GEREJA KATOLIK YANG BARU BERKEMBANG

PROPOSAL PEMBANGUNAN
GEREJA KATOLIK STASI SANTO PETRUS – LAE TARONDI PAKPAK BHARAT
PAROKI SANTA MARIA PERTOLONGAN ORANG KRISTEN – SIDIKALANG
KEUSKUPAN AGUNG MEDAN

Lae Terondi 1

I.  LATAR  BELAKANG SINGKAT

Berdirinya Gereja Katolik di Salak ibukota Kabupaten Pakpak Bharat berawal dari kesepakatan lima keluarga umat Katolik yang ada saat itu. Mereka mulai berkumpul dan sepakat untuk mengadakan kebaktian di rumah bapak Tua Berutu (Mpung Pakto) di Dusun Lae Mbalno Desa Boang Manalu. Mereka mengadakan kebaktian di sana selama tiga tahun. Sejak itu, jumlah umat pun mulai bertambah.

            Tahun 1968 umat menerima tanah pertapakan Gereja dari marga Boang Manalu di Desa Lae Tarondi dengan ukuran 30 m x 30 m. Tahun 1969 umat sepakat untuk pindah ke Desa Lae Tarondi dan mendirikan bangunan Gereja darurat yang terbuat dari atap lalang, dinding bambu dan lantai tanah. Bangunan Gereja itu dekat jalan besar dengan tujuan memudahkan pastor datang melayaninya.

            Dengan berdirinya Gereja tersebut, kendati darurat, umat merasa senang karena sudah memiliki tempat ibadah. Namun, pada tahun 1971 bangunan Gereja itu roboh diterjang angin puting beliung. Dengan bergotong-royong umat setempat kembali mendirikan gedung Gereja dengan kondisi sama dengan sebelumnya. Demikian mereka kembali mempunyai tempat beribadah. Namun hal itu hanya bertahan dua tahun karena tahun 1974 bangunan tersebut kembali roboh diterpa bencana yang serupa. Hal ini tentu sangat menyedihkan bagi umat, mereka harus memperbaiki kembali gedung gereja yang rusak agar dapat beribadah. Umat kembali memperbaikinya. Tahun 1976, umat sepakat dan memutuskan untuk membangun gedung Gereja agak permanent agar tidak setiap saat roboh diterpa angin puting beliung.  Dalam kondisi kemiskinan ekononi, secara swadaya mereka mendirikan gedung Gereja berdinding batu batako dengan ukuran 6 x 8 meter dengan atap seng.  Dengan berdirinya gedung Gereja yang agak permanent, umat mulai tenang beribadah dan sejak saat itu juga jumlah umat semakin bertambah.

            Pada tahun 2004 sejarah baru bagi daerah ini, yakni berpisah dari Kabupaten Dairi menjadi satu Kabupaten baru, yaitu Kabupaten Pakpak Bharat. Ini merupakan suatu kegembiraan yang tentunya berpengaruh pada pelayanan dan perkembangan umat Katolik. Di Pakpak Bharat ada 13 Stasi Gereja Katolik. Secara umum dapat dikatakan bahwa ekonomi umat pada umumnya masih sangat memprihatinkan, sehingga gedung gereja yang ada di sana juga sangat memprihatinkan, kondisinya sangat darurat, yang sebenarnya kurang layak dikatakan sebagain rumah ibadah, apalagi mengingat gedung Gereja Stasi Santo Petrus di Lae Tarondi yang berada di pusat kota Kabupaten. Keadaan gedung Gereja stasi ini boleh dikatakan kurang layak berdiri di tengah kota kabupaten, malah gedung gereja inilah yang paling darurat dari semua gedung gereja yang ada di kota kabupaten Pakpak Bharat. Namun apa boleh buat, hendak mengganti dan membangun Gereja yang layak, paroki maupun stasi tidak mampu, mengingat kondisi ekonomi umat yang umumnya masih miskin. Selain itu, gedung Gereja yang ada sekarang mutunya sudah memprihatinkan dan tidak mampu lagi menampung jumlah umat yang sudah berjumlah 54 kepala keluarga.

Gereja Lae Terondi             Kondisi gedung Gereja yang memprihatinkan ini, semakin memprihatinkan setelah gempa melanda Aceh dan sekitarnya. Kabupaten Pakpak Bharat letaknya berbatasan dengan Aceh Singkil – Subulssalam (Aceh Selatan). Dapat dikatakan bahwa Kabupaten Pakpak Bharat merupakan pintu gerbang menuju Aceh bagian selatan. Getaran gempa yang dahsyat mengakibatkan dinding Gereja retak-retak. Baru berlalu gempa di Aceh, kembali  terjadi gempa Nias pada tahun 2005 yang mengakibatkan menara lonceng roboh dan retakan pada dinding bertambah besar. Kondisi ini membuat umat merasa khawatir beribadah di dalamnya. Hari demi hari keretakan itu semakin menganga. Kendati demikian umat tetap beribadah di dalam gedung Gereja. Sebelum terjadinya Gempa sebenarnya stasi maupun paroki sudah berencana hendak memperbaiki gedung Gereja, namun kondisi ekonomi kurang memungkinkan untuk itu. Kerusakan gedung Gereja dan tuntutan situasi dan kondisi “memaksa” paroki dan stasi merencanakan pembangunan. untuk maksud penggalangan dana, Paroki bersama dengan stasi mulai membangun Aula stasi. Semua bahan untuk pembangunan stasi merupakan sisa kayu dan seng dari Gereja Induk di Sidikalang. Pada bulan Oktober 2004 Aula selesai didirikan. Adapun maksud pendirian Aula adalah untuk membantu stasi dalam penggalangan dana pembangunan Gereja yang direncanakan, yakni dengan cara menyewakannya bagi  kalangan umum. Namun dalam kenyataan, hasil dari penyewaan gedung aula tidak seberapa dan tidak banyak membantu penggalangan dana, padahal pembangunan Gereja baru sudah mendesak. Karena itulah dibentuk Panitia Perencanaan Pembangunan. Panitia mencoba membuat proposal sementara dan dari hasil proposal itu panitia mendapat kucuran dana bantuan dari Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat sebanyak Rp. 100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah). Bantuan dana itu sudah dicairkan dan diterima pada pertengahan bulan Maret 2007. Perlu kami sampaikan bahwa paroki Sidikalang melayani 43 stasi yang terletak di tiga Kabupaten yakni 28 Stasi di kabupaten Dairi, 13 Stasi di Kabupaten Pakpak Bharat dan 2 Stasi di Kotamadya Subulussalam, Aceh. Mempertimbangkan luasnya wilayah pelayanan paroki Sidikalang dan demi perkembangan umat di Kabupaten Pakpak Bharat, sangatlah baik memikirkan dikemudian hari di Pakak Bharat berdiri Paroki tersendiri dan stasi Lae Tarondi yang berada di tengah kota Kabupaten sangat strategis menjadi paroki. Perlu kami beritahukan bahwa mayoritas penduduk kabupaten Pakpak Bharat adalah Suku Pakpak dan peribadatan di Gereja diupayakan dengan mempertahankan bahasa Pakpak. Gereja di Kabupaten ini merupakan kekayaan Gereja dalam Keuskupan Agung Medan, karena satu-satunya Gereja yang menggunakan bahasa Pakpak. Selain itu, Pakpak Bharat merupakan daerah Evangelisasi, karena iman Katolik ada di wilayah ini baru berumur sekitar 30 tahun. Kami bermimpi untuk mengembangkan  hal itu. Kami sudah mencobanya, namun karena keterbatasan kemampuan kami masih merangkak. Sebuah tantangan bagi kami pertambahan umat jauh depan. Untuk semua rencana itu, tentu akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit, padahal ekonomi umat dan keuangan paroki tidak memungkinkan, apalagi ditambah dengan mahalnya harga tanah di Kabupaten Pakpak Bharat. Kami sudah mencoba menjajaki untuk pengadaan lokasi untuk pengembangan paroki ini, namun kami tidak berhasil karena mengalami banyak kendala terutama mengenai kemampuan keuangan yang tidak mendukung dan akhirnya memutuskan sebuah rencana terlebih dahulu yaitu pembangunan gedung Gereja sesuai dengan kebutuhan umat yang mendesak. Kami masih berharap dan bermimpi untuk pembangunan gedung Paroki, mudah-mudahan mimpi ini dapat terwujud dikemudian hari.

Lae Terondi 3

   Mengingat kondisi Bangunan Gereja yang sudah sangat memprihatikan dan  uang bantuan yang sudah diterima mendesak untuk direalisasikan, maka pada bulan April 2007 paroki membentuk dan menetapkan panitia pembangunan Gereja Stasi Santo Petrus Lae Tarondi Kabupaten Pakpak Bharat. Kepanitiaan itu dibantu oleh beberapa umat dari paroki induk atau umat dari paroki induk menjadi ketua umum.  Sebenarnya kami belum siap dan belum mempunyai dana yang cukup untuk memulai pembangunan Gedung Gereja Baru, namun karena alasan-alasan yang kami utarakan di atas, maka dalam segala keterbatasan kami membentuk panitia dan merencanakan pembangunan. Bahkan saat ini bangunan Gereja lama yang sudah memprihatinkan itu telah dirubuhkan, karena memang sudah membuat umat merasa was-was menggunakannya. Untuk sementara ini umat beribadah di Aula stasi.

            Demikian kiranya latar belakang rencana kami untuk membangun Gereja Stasi Santo Petrus Lae Tarondi Kabupaten Pakpak Bharat.

1. PEMOHON
1. Stasi SANTO PETRUS LAE TARONDI KABUPATEN PAKPAK BHARAT
2. Paroki MARIA PERTOLONGAN ORANG KRISTEN – Sidikalang – Sumatera
Utara: KAM
3. Data Stasi a. Jumlah umat : 45 KK
    b. Tahun berdiri : 1968 ( ± 38 tahun)
    c. Letak Gereja: di Kota Kabupaten
    d. Gereja lama : Ukuran luas (5 m X 7 m2)
    e. Jenis bangunan : Batako lama
2. Nama Proyek Rehap total atau Pembangunan Gedung Gereja Stasi Santo Paulus Laeterondi Kabupaten Pak-Pak Bharat, Paroki Maria Pertolongan Orang Kristen – Sidikalang.
3. Tanggal Pengajuan Juni 2007
4. Lokasi Proyek Di lokasi bangunan Gedung Gereja lama Stasi Santo Paulus Lae Tarondi Kabupaten Pak-Pak Bharat, Paroki Maria Pertolongan Orang Kristen – Sidikalang.
5. Nama Pemohon Panitia Pembangunan Gereja Katolik Stasi Santo Petrus Lae Tarondi, Pak-Pak Bharat Paroki Maria Pertolongan Orang Kristen – Sidikalang.
6. Uraian Proyek
  6.1. Latar Belakang Melihat dan mengingat keadaa bangunan Gereja yang sekarang tidak layak lagi digunakan untuk beribadat karena memang sudah tua, sudah terlalu kecil sehingga tidak dapat menampung umat beribadat, kondisi bangunanyang memprihatinkan di tengah kota Kabupaten Pak-Pak Bharat, juga terutama kondisi bangunan yang sudah rusak parah akibat Gempa di Aceh dan di Nias. Dengan latar belakang yang demikian, semua umat stasi bersama dengan pastor paroki dan Dewan Pastoral Paroki Sidikalang, memutuskan untuk membangun gedung Gereja yang baru dengan memperhatikan perkembangan umat dan letak bangunan Gereja yang berada di pusat kota Kabupaten Pak-Pak Bharat. Rencana ini juga didukung oleh suatu harapan bahwa sudah seharusnya dipikirkan perlu adanya kelak paroki tersendiri di Kabupaten Pak-Pak Bharat demi perkembangan iman umat..
  6.2. Tujuan Proyek : Proyek ini bertujuanuntuk memberikan kesejukan dan kenyamanan bagi umat saat sedang menjalankan ibadat. Selain itu, proyek ini juga demi mempertahankan dan meningkatkan iman umat katolik di stasi Laeterondi secara khusus dan di wilayah Kabupaten Pak-Pak Bharat pada umumnya..
  6.3. Cara Kerja Proyek ini melibatkan seluruh umat stasi terutama dalam hal pendanaan dan penggalangan dana, juga umat dilibatkan dalam bentuk gotong royong, dan menanggung makan tukang. Hal ini dilakukan secara bergiliran. Semuanya ini dilakukan karena memang keterbatasan dana dan juga karena kondisi ekonomi umat yang tidak memungkinkan membiaya semua pembangunan dan juga memberi dalam bentuk uang. Hal itu dilakukan untuk senantiasa menananmkan rasa tanggungjawab umat atas gereja dan pembangunan bangunan Gereja.
Dengan latar belakang situasi yang demikian, maka untuk mewujudkan pembangunan tersebut, panitia menyalurkan proposal dan memohon bantuan kepada Pemda Kabupaten Pak-Pak Bharat, Kepada Keuskupan Agung Medan, Kepada Paroki Sidikalang, partisipasi stasi se-Rayon Sim-sim dan juga dari para donator lainnya..
  6.4. Rencana Pembangunan  
  6.4.1. Rehap Total (Permanen dan diperbesar) a. Jenis Bangunan : Permanen
b. Ukuran luas 13m X 18 m : 234 m
c. Ukuran Sakristi + Gudang ( 4 m x 5 M ) : 20 m
( Ruang pengakuan dosa 1,5 m x 4 m ) : 6 m
d. Ukuran menara Gereja 1,5 m x 3 m : 4.5 m
Luas Bangunan : 264.5 m.
  6.4. 2. Fisik Bangunan a. Bentuk : Semi Rumah Adat Pak-Pak / Semi Inkulturatif Pak-Pak
b. Fondasi : Batu + batu padas + Pasir Uruk
c. Dinding : Dinding Pas Batu Bata (dalam diplester, luar tidak.)
d. Atap : Megadek
e. Flafon : Kayu
f. Lantai : Semen (Keramik)
6.5. SUSUNANAN PANITIA PEMBANGUNAN
1. Pelindung 1.Uskup Agung Medan
2. Pastor Paroki Sidikalang
3. Bupati Pakpak Bharat
4. Saut Simanjuntak, S,H. M.H (Kajari Dairi)
2. Penasehat 1.Dewan Pastoral Paroki St. Maria Sidikalang
2. Kapolres Pak-Pak Bharat
3. Ir. Mangindar Simbolon
4. Ober Sihol Sagala, S.E.
5. Mardongan Sigalingging, M.M.
6. dr. Marikaya Bangun
7. Elkana Boang Manalu
8. Arjuno Solin
9. Para Pengurus Stasi S. Petrus Lae Tarondi
10. Para Pengurus se-Rayon Salak
3. Ketua Umum Sebastianus Tinambunan, S.H. M. Pd
4. Ketua I Drs. Albert Samosir
5. Ketua II Sakkap Boangmanalu
6. Ketua III Donal Tambunan
7. Sekretaris Umum Drs. Ramses Sitanggang
8. Sekretaris I Paulus Turnip, S.Pd.
9. Sekretaris II Derita Berutu
10. Sekretaris III Paul Padang
11. Bendahara Umum Drs. Parulian Sinaga Sihol Sihombing
12. Bendahara I Wasron Pandiangan, S.P.
13. Bendahara II Kristina br. Manik
14. SEKSI DANA
  Ketua dr. Marikaya Bangun
  Wakil Ketua dr. Thomas Surbakti
  Anggota 1. T. Halawa
2. Sorang Tumanggor S. Ag.;
3. Bendahara Stasi Laeterondi
15. Koordinator Wilayan untuk membantu Seksi Dana dalam penggalanan dana
  1. Wilayah Salak 1. Robert Marbun;
2. Felix Tumangger
  2. Wilayah Sidikalang 1. Asterius Sinaga, S.H;
2. Santus Barasa, S.Ag.
  3. Wilayah Samosir Ningar Sinaga
  4. Wilayah Pematangsiantar/ Simalungun 1. Maria br. Simbolon;
2. E. Sinurat
  5. Wilayah kota Cane Donal Tambunan
  6. Wilayah parbuluan C.V. Maruli Tua Sinaga
  7. Wilayah Karo 1. dr. Marikaya Bangun
2. dr. Thomas Surbakti
  8. Wilayah Binjai dr. Hintar Manihuruk
  9. Wilayah Medan 1. Drs. Albert Samosir
2. Jenni Berutu, S.H. ;
3. Budi Sitepu, S.H.;
4. dr. Hintar Manihuruk ;
5. dr. Serilla br. Tarigan ;
6. Avero Manik, S.Psi.
  10 .Wilayah Yogyakarta Aryanto Tinambunan S.P, M.Si
  11. Wilayah Jabotabek 1. Bobo Lolo K. Tumangger;
2. Trimingo Berutu
  12. Wilayah Kalimantan Let. Kol Eko Supriadi

Ditetapkan di Sidikalang
Pada tanggal 16 Juni 2007

Pastor Antonius Manik O.Carm Dirman Sagala Jintar Habeahan
Pastor Paroki Ketua I DPPH Sekretaris I DPPH

IV. ANGGARAN BIAYA PEMBANGUNAN

NO. URAIAN NAMA BAHAN VOLUME SAT HARGA SATUAN Rp. TOTAL HARGA Rp.
A. BATU DAN PASIR
  1. Batu Padas 30m3 95.000,- 2.850.000,-
  2. Pasir 55m3 105.000,- 5.775.000,-
  3. Batu kapur 30m3 140.000,- 4.200.000,-
  4. Krikil 30m3 205.000,- 6.150.000,-
  5. Batu Bata Pangururan 19.000 biji 450,- 8.550.000,-
B. SEMEN DAN BESI
  1. Besi  12 210 btg 85.000,- 17.850.000,-
  2. Besi  5,6 95 btg 12.000,- 1.140.000,-
  3. Kawat Beton 15Kg 15.000,- 225.000,-
  4. Semen Padang 50 Kg 480Zak 65.000,- 31.200.000,-
C. KAYU
  1. Kayu Cetakan + Prancah 1 ton 4.000.000,- 4.000.000,-
  2. Kosen Pintu & Kosen Jendela 356m 50.000,- 17.800.000,-
  3. Daun Pintu 12buah 450.000,- 5.400.000,-
  4. Daun jendela Kaca 72buah 220.000,- 15.840.000,-
  5. Kayu Kap & Rangka Lis Atap 2,5ton 5.500.000,- 13.750.000,-
  6. Kayu Rangka Asbes Plafon 2 ton 5.500.000,- 11.000.000,-
D. ATAP DAN PLAFON
  1. Atap Mega Deck 0.35 950m 45.000,- 42.750.000,-
  2. Besi L 70 x 70 x 7 60btg 320.000,- 19.200.000,-
  3. Besi L 50 X 50 X 5 40btg 200.000,- 8.000.000,-
  4. Asbes Gifsum 110lbr 87.000,- 9.570.000,-
E. LANTAI
  1. Keramik 40/40 sedang 240m 65.000,- 15.600.000,-
  2. Semen Putih 2 zak 58.000,- 116.000,-
F. PERABOT
  1. Bangku Gereja 80 x 350 26set 3.500.000,- 91.000.000,-
  2. Kursi Mesdinar + Kamar Pengakuan 8 buah 400.000,- 3.200.000,-
  3. Meja Altar 1 set 10.000.000,- 10.000.000.-
  4. Kursi Imam 2 buah 800.000,- 1.600.000,-
  5. Lemari Sakristi 2 set 3.000.000,- 6.000.000,-
  6. Salib 1 buah 5.000.000,- 5.000.000,-
G UPAH TUKANG     100.185.000,-
H. LISTRIK 1 buah   7.000.000,-
I. LAIN-LAIN: Paku + Cat + Transportasi     9.500.000,-
  JUMLAH TOTAL     474.451.000,-

V.PENDANAAN

1. Partisipasi Umat Stasi St. Petrus Laeterondi Rp. 32.000.000,-
2. Sumbangan dari Partisipasi Umat Paroki Sidikalang Rp. 10.000.000,-
3. Sumbangan Keuskupan Agung Medan Rp. 75.000.000,-
4. Sumbangan Kas Paroki Rp. 10.000.000,-
5. Sumbangan Pemda Pakpak Bharat Rp. 100.000.000,-
6. Sumbagan dari Donatur Rp. 297.451.000,-
  JUMLAH TOTAL Rp. 524.451.000,-

Catatan:

Stasi ini kelak direncanakan menjadi sebuah paroki, yaitu Paroki Pakpak, sehingga perlu dipersiapkan lokasi untuk pastoran. DIperkirakan biya untuk pertapakannya bisa mencapai Rp. 100. 000. 000.-  (seratus juta rupiah).

VI. GAMBAR

Gambar Gereja Inkulturatif Pakpak ini dibuat oleh putri Paroki Maria Pertolongan Orang Kristen Sidikalang, Sdr. Imelda Yosephin Simarmata, ST.

Laeo Terondi 3

 

Lae T2

L. Trondi Depan 1

Lae Trondi 3

LLae TR 2

VII. PROSES  PEMBANGUNAN 

VII. 1. Peletakan Batu Pertama
            Salak-8Setelah perencanaan yang cukup lumayan lama, maka pada hari Rabu 30 Mei 2008 diadakanlah peletakan Batu Pertama untuk pembangunan Gereja. Peletakan Batu Pertama pembangunan diawali dengan perayaan Ekaristi bersama umat dan beberapa undangan. Acara misa di pimpin oleh Pastor Antonius Manik O.Carm yang didampingi oleh Pastor Lukas O.Carm. Dalam perayaan Ekaristi yang juga dihadiri oleh semua pengurus Gereja Stasi se-Rayon sim-sim, juga diadakan pemberkatan lokasi bangunan Gereja yang akan dibangun. Semua umat dan panitia antusias dalam mengawali pembangunan ini.

  Sesudah perayaan Ekaristi bersama umat, barulah diadakan peletakan Batu Pertama pembangunan. Kegitan ini langsung dihadiri oleh Bupati Pakpak Bharat dan para undangan dari Muspida Plus dan pada acara inii para undangan maupun perwakilan ikut ambil bagian dalam meletekkan batu fondasi pembangunan Gereja.Sesudah semuanya selesai, acara dilanjutkan dengan kata-kata sambutan dari yang dihunjuk untuk hal itu dan pada kesempatan itu diadakan juga kegiatan ucapan terima kasih kepada para undangan yang ditandai dengan memebrikan cendra mata Sarung sesuai dengan budaya PakpakRangkaian acara peletekasn batu pertama ditutup dengan acara makan bersama. Pada bagian ini dapat terlaksana karena rasa tanggungjawab umat yang besar sehingga dana untuk makan bersama ini semunay dari inisiatif panitia dan partisipasi umat sendiri.

VII.2. Memulai Pembangunan

            Gotong  RoyongTahap awal pembangunan telah selesai yakni memohon berkat Tuhan atas pembangunan dan peletakan , tugas selanjutnya adalah memulai pembangunan Gereja. Besok harinya setelah acara itu, pembangunan langsung di mulai, yang dalam hal ini langsung dikoordinir oleh Seksi Bangunan Fisik Dewan Pastoral Paroki Sidikalang yakni bapak Stevanus Surbakti yang dibantu oleh saudara Frans Jumadi yang bertindak sebagai operator di lapangan.

            Mengingat dana yang ada sebenarnya belumlah memadai untuk memulai apalagi untuk meneruskan sampi selesai, maka pembangunan dilaksanakan dengan mengharapakan kerja sama umat dengan gotong royong dan menangani makan para tukang. Kerja SamaSemua umat diatur secara bergilir menyediakan makan para tukang untuk satu hari. Tukang diambil dari Sidikalang sedangkan tenaga untuk membantu adalah tenaga gotong royong umat.  Umat juga secara gotong royong mengangkut kayu dari hutan. Kayu tersebut disumbangkan oleh bapak Berutu, ayah dari Pastor Tamrin Berutu O.Carm, sebanyak 20 ton. Setelah mengurus semua ijin dari pihak pemerintah sehubungan dengan ijin penebangan kayu dan pengangkutan, maka diadakanlah acara melepas para tukang geregaji dan yang gotong royong. Pada awal ke Hutan, pastor paroki bersama Bapak segala selaku Ketua Dewan Pastoral Paroki juga dengan yang lainnya ikut serta ke hutan.

 

Gotong Royong

VII. PENUTUP

Kami merencanakan pembangunan ini bukan karena kami sudah memilik dana dan kemampuan yang cukup, tapi karena kami yakin bahwa ini adalah karya demi memuliakan Tuhan. Oleh karena itu, dalam segala kelemahan kami, kami dikuatkan, disemangati dan berharap akan kemurahan Tuhan yang akan membantu kami lewat para Saudara atau para Donatur yang mau membantu kami mewujudkan mimpi yang mulia ini. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan perhatian, dukungan doa, terutama bantuan materiil/dana dari para Saudara atau Para Donatur mewujdukan kerinduan umat memiliki bagunan Gereja yang layak dan sakral, tempat mereka berkumpul mewujudkan kebersamaan dalam iman dan dalam merayakan iman mereka, memuji dan memuliakan Tuhan.
Gereja Stasi LAE  TERONDI

 

 

 

 

 

 

 

 

 
 Bantuan uluran kasih para Saudara sangat kami harapkan dan dapat disalurkan lewat rekening berikut:

 1.       BRI Cabang 0194 Sidikalang
No. Rekening        : 0194-01-019758-50-8
Atas Nama   : PAROKI MARIA PERTOLONGAN ORANG KRISTEN

    2. Bank SUMUT

Kantor  : Capem Salak
No. Tabungan   : 281.02.04.001436-2
Nama    : Panitia Pemb. Gereja Katolik
Alamat  : Lae Tarondi Salak

 

Atas perhatian dan kebaikan Bapak/Ibu/Saudara-Saudari dan para Donatur, kami mengucapkan banyak terima kasih. Kami berdoa semoga kebaikan dan uluran kasih para Saudara mendapat balasan yang berlimpah dari Tuhan Allah. Kami juga mohon doa dari para Saudara agar kami umat dan khususnya panitia senantiasa diberkati, dilindungi, diberi kesehatan dan kebijaksanaan oleh Tuhan dan dijauhkan segala kendala dalam mewujudkan tugas mulia ini.

HORMAT KAMI
PANITIA

SEBASTIANUS TINAMBUNAN, SH, M.PD DRS. RAMSES SITANGGANG DRS. PARULIAN SINAGA
Ketua Umum Panitia Sekretaris Umum Panitia Bendahara Umum Panitia

Mengetahui dan TURUT BERMOHON
DEWAN PASTORAL PAROKI MARIA PERTOLONGAN ORANG KRISTEN SIDIKALANG i

Pastor Antonius Manik O.Carm Dirman Sagala Jintar Habeahan
Pastor Paroki Ketua I Dewan Pastoral Paroki Sekretaris Umum DPP
Iklan

Satu Tanggapan

  1. Pretty cool post. I just stumbled upon your blog and wanted to say
    that I have really liked reading your blog posts. Anyway
    I’ll be subscribing to your blog and I hope you post again soon!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: